Pages

Subscribe:

Senin, 17 September 2012

7 Cara Ampuh Perangi Vertigo




Gangguan kesehatan satu ini memiliki sensasi seakan-akan lingkungan sekeliling berputar, yang tak jarang memicu muntah-muntah, bahkan pingsan. Vertigo biasanya berhubungan dengan radang telinga bagian dalam (labyrinthitis), atau infeksi telinga. Namun, bisa juga menjadi tanda adanya penyakit lain di tubuh pasien.

Apabila mengalaminya tek perlu khawatir, karena Anda hanya perlu melatih keseimbangan dengan vibrator dan Canalith Reposistioning Therapy yang dapat memposisikan kepala untuk menggiring batu endapan penyebab vertigo. Yang terpenting ialah bahwa Anda tidak boleh takut bergerak.

"Biasanya, orang dengan vertigo takut untuk bergerak, karena jika bergerak mereka akan mengalami pusing berputar. Tetapi jika mereka tidak bergerak, penyembuhan vertigo justru akan semakin lama," ujar Dr. Jenny Bashiruddin, PhD, spesialis THT RS Asri.

Menurutnya, penderita vertigo harus membiasakan diri dan belajar mengatasinya dengan latihan keseimbangan secara rutin. Latihan keseimbangan akan memperlancar peredaran darah, oksigen dan nutrisi ke otak, sehingga otak akan lebih sehat dan terhindar dari vertigo atau hilangnya keseimbangan.

Latihan keseimbangan agar vertigo tidak kambuh disebut dengan Vestibular Rehabilitation Treatment (VRT). Latihan ini dilakukan dari yang paling mudah, yakni easy and static, hingga yang paling sulit, yakni difficult and dynamic.

Berikut ini posisi tujuh cara ampuh untuk melatih keseimbangan Anda dalam memerangi vertigo :


1. Posisi duduk

Latihan ini dilakukan dengan posisi duduk sebagai cara mengadaptasi keseimbangan Anda dengan lingkungan sekitar. Pertama, dalam posisi duduk, pegang sebuah benda sejajar dengan mata, lalu meliriklah ke kanan dan ke kiri.

Kedua, masih dengan memegang benda sejajar dengan mata, cobalah Anda untuk menoleh ke kanan dan ke kiri.


2. Posisi berdiri

Dengan posisi berdiri, cobalah untuk mengayunkan badan ke depan dan ke belakang. Jika belum stabil, Anda bisa memanfaatkan tembok untuk sedikit menopang tubuh Anda.


3. Duduk dengan balance ball

Dengan menggunakan bola keseimbangan yang biasa digunakan pada senam pilates, cobalah untuk duduk di atasnya. Secara perlahan, angkat kaki Anda tak menyentuh tanah sehingga tampak seperti Anda dalam posisi duduk melayang.


4. Berdiri dengan menggunakan trampolin

Anda bisa menggunakan trampolin atau menggunakan batu besar. Lalu, berdiri di atasnya, dan ayun tubuh ke depan dan ke belakang.


5. Berjalan di trampolin

Tahapan adaptasi yang terakhir adalah melakukan gerakan berjalan di atas trampolin. Pertama, lakukan gerakan tersebut dengan tatapan menghadap ke depan. Kedua, lakukan gerakan tersebut dengan menatap ke samping kanan, lalu coba menatap ke kiri.


6. Melempar dan menangkap bola

Anda sudah memasuki tahapan yang sulit dan dinamis. Lakukan gerakan melempar dan menangkap bola untuk lebih dalam melatih keseimbangan Anda. Agar lebih menyenangkan, lakukan latihan ini dengan anak.


7. Cross over step

Tahapan terakhir, lakukan jalan menyamping dengan menyilangkan kaki di depan lalu melangkah ke samping. Belajar dansa adalah pilihan yang menarik. Selain melatih keseimbangan, Anda juga akan lebih bahagia.


Selain melatih keseimbangan tubuh, Anda yang menderita vertigo juga harus menjaga pola makan, pola tidur dan rutin berolahraga. Vertigo bukan sebuah penyakit, tapi gejala dari penyakit-penyakit mematikan yang kerap muncul akibat gaya hidup tidak sehat. Selain itu, Anda dianjurkan untuk tidur dalam posisi kepala lebih tinggi dari badan.

Jika terjadi serangan vertigo secara tiba-tiba, Dr. Jenny menganjurkan untuk langsung mengambil posisi duduk, minum minuman hangat, dan menetralkan rasa pusing. Jika parah hingga menimbulkan rasa mual dan muntah, Anda bisa meminum obat anti depresan. Jadi, bersegeralah bebaskan diri Anda dari siksaan vertigo mulai sekarang.

(",)v




Sumber : gallerydunia.com
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

“Hello friend, jika artikel di atas menarik menurut kamu, jangan lupa berikan sepatah dua patah kata komentarnya ya.”