Pages

Subscribe:

Minggu, 08 Desember 2013

Kisah Kejeniusan Seorang "Nikola Tesla" Dengan Ketamakan "Thomas Alva Edison"




Kisah ini membandingkan 2 orang ilmuwan yang telah berkontribusi pada sejarah manusia, khususnya di bidang teknologi kelistrikan. Keduanya hidup pada zaman yang sama, mereka adalah Thomas Alva Edison (1847-1931) dan Nikola Tesla (1856-1943).

Pasti semua sudah pada tahu dengan seorang Edison yang dari sedari kecil di zaman masa sekolah, kisah Edison ini seringkali digadang-gadangkan dengan berbagai macam ciptaan dan hak patennya, terutama bola lampu. Bahkan katanya, dia punya 1093 paten atas namanya.

Sedangkan Tesla, siapa dia? Belum tentu semua pada tahu, karena memang ilmuwan briliant ini sangat jarang disebut-sebut, bahkan mungkin tidak pernah terdengar sama sekali di pelajaran zaman sekolah dulu.




Padahal, Tesla bukanlah orang sembarangan. Meskipun terlahir 9 tahun lebih muda dari Edison, pengaruh atas penemuannya sangat luar biasa. Keturunan Serbia kelahiran Smiljan, Provinsi Lika, Croatia ini bahkan namanya diabadikan menjadi satuan untuk medan magnet.

Bagi yang mengerti tentang serba-serbi kelistrikan dan seputar teknik elektro, tentu sudah tidak asing lagi dengan yang namanya arus bolak-balik (AC = Alternating Current). Dia-lah yang pertama kali mengembangkan ide tersebut.

Sedangkan untuk power engineering, kontribusinya terdapat dalam distribusi listrik fasa banyak (polyphase transmission system). Kontribusinya bukan hanya sampai disitu saja, akan tetapi juga di bidang robotics, nuclear physics, theoretical physics, juga di computer science. Dan dia dianggap sebagai "America’s Greatest Electrical Engineer" dan memiliki sebanyak 1200 paten yang terdaftar atas nama dirinya.


Lantas, siapakah yang lebih jenius diantara kedua tokoh ilmuwan ini? Tesla-kah atau Edison?




Oleh karena itu, mari kita bandingkan sedikit lebih dalam lagi di antara kedua ilmuwan pada abad 19 ini.

Jangankan hanya untuk memperoleh gelar S1, Thomas Alva Edison tidak pernah lulus SD seumur hidupnya. Sedangkan Nikola Tesla, lulusan teknik di Graz University of Technology, Austria, dan pasca sarjana di bidang physics dari University of Prague. Dia juga mendapatkan honorary doctoral degrees dari setidaknya 13 universitas berbeda, salah satunya Yale University.

Di dalam penemuan-penemuan mereka, Thomas Alva Edison memiliki 1093 paten atas namanya, sedangkan Nikola Tesla memiliki sebanyak 1200 paten yang terdaftar atas nama dirinya.




Dikisahkan, ketika sedang berusaha keras dalam menemukan komponen yang tepat buat file bohlam-nya, Edison sangat penasaran sampai mencoba 60.000 kali percobaan dengan material yang berbeda-beda. Bahkan ada kisah, bahwa suatu kali saking stressnya, Edison mencoba melinting daun yang ditaburinya dengan serbuk grafit yang bersifat konduktor. Apa yang terjadi? Sebuah ledakan yang sampai menghancurkan labnya sendiri.

Jadi bisa dikatakan, kalau sebenarnya Edison menggunakan "brute force" dalam melakukan percobaan-percobaannya. Kalau saja dia dulu mengerti tentang ilmu material, mungkin jumlah percobaan gagalnya bisa dikurangi sampai ratusan, bahkan ribuan kali lebih sedikit tentunya.

Sedangkan Tesla, dikisahkan hanya butuh satu kali percobaan saja hingga dia bisa berhasil mendapatkan temuannya, yaitu berupa sistem kelistrikan arus bolak-balik (AC).




Discovery Channel juga pernah menceritakan tentang kejeniusan Tesla. Dia dulu rupanya pernah menemukan sebuah cara untuk mentransmisikan listrik tanpa kabel, tapi dia khawatir temuannya itu malah disalahgunakan untuk kepentingan perang. Makanya, dia membakar semua temuan beserta berkas-berkasnya saat itu.

Bayangkan saja, kalau saja seandainya temuannya itu dulu dipublikasikan, bisa jadi kita sekarang melihat perkembangan dan revolusi luar biasa di dunia electrical engineering. Dia juga konon menemukan cara untuk membunuh orang hanya dengan suara saja, tapi sekali lagi, temuan itu pun juga dimusnahkan dengan alasan yang sama.


Jadi, siapa yang lebih jenius?




Sebentar, nanti dulu, masih ada fakta menarik lainnya, bahwa saat itu Tesla pernah bekerja di perusahaan milik Edison, Edison Machine Works. Ketika kerja disana, Tesla hanya diberi gaji $10 per minggu. Sedangkan setiap ada paten, uang yang selalu mampir ke kantong Edison ada pada kisaran $30,000.

Dan ini fakta yang lebih menarik lainnya, yaitu legenda “War of Currents” yang terjadi saat itu yang mengacu pada 2 konsep transmisi listrik, AC (Alternating Current) dan DC (Direct Current).

AC diusung oleh Tesla, sedangkan DC oleh Edison. Mereka memang berbeda pendapat soal mana yang lebih efisien dalam power transmission. Dan di kemudian hari, ternyata tidak bisa dipungkiri kalau AC jauh lebih bisa melakukannya dengan sangat efisien. Apalagi jika menggunakan teknik 3-phase yang juga dikembangkan oleh Tesla.




Tapi saat itu, Edison berhasil melakukan propaganda ke masyarakat dengan menyebarkan bukti, bahwa AC berbahaya dan mematikan. Karakter Tesla lantas dibunuh oleh Edison dengan pertunjukan menyetrum gajah (pakai AC) hingga mati. Dan dengan liciknya Edison mengatakan, bahwa DC lebih aman dan tidak nyetrum.

Edison dengan taktik intimidasinya, sering menyewa sekelompok preman untuk menghancurkan teknologi, demi memastikan bayaran dari patennya. Agar semakin memperburuk nama Tesla, dia gencar melakukan kampanye melawan Tesla. Dia melangkah lebih jauh dengan menciptakan kursi listrik yang menggunakan listrik AC temuan Tesla untuk mengeksekusi mati orang.

Acara Hukuman mati menggunakan Kursi Listrik Pertama kali tersebut menjadi sangat mengerikan dan berantakan. George Westinghouse seperti dikutip media mengatakan, "Mereka akan melakukan lebih baik dengan menggunakan kapak (hukuman mati)." Jadi eksekusi pertama oleh kursi listrik terjadi hanya untuk membuktikan, bahwa temuan Tesla salah dan melestarikan saham keuangan Edison.




Selain itu, Tesla pun kalah dukungan atas keinginannya untuk membuat sumber energi GRATIS yang tidak akan pernah habis, sedangkan ketamakan Edison menang dan jelas sangat komersialistis. Konon katanya, gara-gara perseteruan itulah Tesla akhirnya di depak dari perusahaan Edison.

Memang untuk sesaat DC menjadi favorit kala itu, tetapi sejarah akhirnya berbalik dan membuktikan, bahwa AC memang yang lebih pantas menjadi standard internasional untuk power transmission.




Sekitar tahun 1916, Tesla bangkrut karena tumpukan pajaknya. Ia meninggal pada taun 1946 dalam kemiskinan dan dengan utangnya yang menggunung. Sedangkan Edison saat hidupnya masih bisa membeli rumah di atas area 5,5 hektar di New Jersey hanya sekedar untuk hadiah pernikahan dengan istri keduanya.


Jadi sekarang, siapa yang lebih jenius?




Kalau Einstein orang paling Jenius di abad 20, maka Tesla-lah orang yang paling Jenius di abad 19. Benar, dia seorang "Ilmuwan Gila", dan itulah julukan yang diberikan untuk Nikola Tesla, dan dia pantas untuk itu. Tesla seorang penemu yang mampu menyaingi penemu-penemu dan ilmuwan-ilmuwan lain dalam sejarah atau budaya populer yang ada selama ini.

Oleh karena hanya kepribadian eksentriknya yang terlihat ganjil dan klaim-klaim anehnya tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, seorang yang secemerlang Tesla pun pada akhirnya diasingkan, serta di cap sebagai ilmuwan gila (mad scientist). Akhirnya, sebagian besar orang di dunia, lebih mengenal si tamak Thomas Alfa Edison, daripada kejeniusan seorang Nikola Tesla.


Jadi sekali lagi terbukti, siapa yang lebih jenius?







Sumber : kaskus.co.id, Wikipedia©, dan berbagai sumber lainnya
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

31 komentar:

  1. Ck ck ck ck.......Tesla is such a genius

    BalasHapus
  2. Itulah bedanya....Ilmuan turunan yahudi ama yang bukan....

    BalasHapus
    Balasan
    1. persetan dengan agama, disini kita membicarakan sains bung!!

      Hapus
    2. kalo bicara keturunan, bukan Agama saja bung,,, tapi Gen,,, maksud dia ilmuan keturunan orang yahudi,,,,

      FYI, orang keterunanan yahudi bisa saja memeluk agama selain yahudi,,,

      lebih spesifik keturunan yahudi maksudnya adalah keturunan bani isroil,,,

      Hapus
    3. SARA gak ada hubungannya sama kemampuan seseorang mas , dasar kurang piknik !

      Hapus
  3. pada akhirnya, kebanyakan perangkat elektronik sehari-hari seperti televisi, radio, dll. menggunakan arus DC (searah) sebagai sumbernya, bukan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Arus searah DC maupun AC sama2 punya kelemahan dan kelebihan masing2,,,

      Hapus
  4. Gk nyangka.. Ilmuan sepandai itu masih berpikiran selicik dan setamak itu.. andai Tesla yg lebih diperhatikan, pasti dunia terlihat berbeda dengan berbagi temuan luar biasanya..

    BalasHapus
  5. Wah kasihan banget si tesla,,,temuannya gak dihargai pd masanya,,,tp akhirnya dia bisa berbangga hati di alam baka bahwa ialah yg menang

    BalasHapus
  6. Namanya juga sejarah.. mungkin kita pernah berpikir "kenapa sih dia gak gni aja jadinya kan sekarang kita bisa gni" atau sebagainya.. tapi kalau udah sejarah yaa gabisa kita ubah lagi jalannya... paling kita cmn bs tau atau bahkan kita bisa ngembangin sejarah yang mereka buat..

    BalasHapus
  7. Waaah ini valid gak ceritanya

    BalasHapus
  8. great article :) izin share ya gan

    BalasHapus
  9. Edison mencuri karya dc generator yang dibuat Tesla. Arus bolak balik ac termasuk bentuk ketidakputus asaannya atas itu. Sayang, kejeniusannya baru diakui setelah dia meninggal secara misterius&kalah terkenal dari Edison, sosok yang mencuri ide-ide penemuannya.

    BalasHapus
  10. Ilmuan seharusnya tidak terjebak dalam kepicikan materi dan harta. Sangat disayangkan.

    BalasHapus
  11. Jangan kemakan sama postingan seperti ini. Dua-duanya berkontribusi besar dalam dunia kelistrikan menciptakan sistem listrik DC (bagi TA Edison) dan AC (bagi Nikola Tesla). Gak sepatutnya admin terkesan 'memojokkan' TA Edison, emang admin udh kontribusi apa buat dunia ini?

    Kalau gak ada Tesla, gak akan ada transmisi listrik jarak jauh, generator-generator raksasa, dan listrik rumahan serta industri. Kalau gak ada Edison, gak akan ada handphone, tv, dan peralatan elektronik lain yang menggunakan arus lemah. Lebih baik kita bahas sisi positif Edison yang pastinya lebih banyak daripada sisi buruknya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tambahan, lagipula kalau menurut admin Tesla kurang dihargai, Tesla itu lebih dihargai lho daripada Edison, malah Edison yang kasihan. Nama Tesla diabadikan menjadi satuan medan magnet (1 Tesla = 1 Wb/m^2). sementara Edison? sampai sekarang namanya belum dikenang.

      Hapus
    2. etdah yak, lu baca ini pasti liat judulnya kan -___- sejarah subjektif bro ente juga ga bisa nyalahin admin yang memojokkan nama edison lah. think.

      Hapus
  12. Admin, seharusnya mencantumkan sumber yang jelas untuk artikel seperti ini.

    BalasHapus
  13. TA Edison tidak tamat sekolah bisa jadi penemu yang manfaatnya bisa dirasakan sampai saat ini, masih dihujat. Kadang penulis memandang dirnya sebagai apa ?. Benarlah ungkapan yang berbunyi "Jangan menghina orang, bukan karena siapa dia, tetapi siapa diri kita". Apa yang sudah kita perbuat untuk orang lain ?.

    BalasHapus
  14. Jadi tesla itu penemu arus listrik bolak balik ya (AC) bukan radio atau sebaliknya

    BalasHapus
  15. Tesla membangun listrik gratis yg tidak habis.klo jaman sekarang langsung disingkirkan

    BalasHapus
  16. Itu cuma licik elite global yang rakus sama uang, makanya ilmuwan" yang seharusnya dikenang karena berjasa bagi dunia malah dihapuskan dari seluruh pelajaran karena menentang elite global... Ya kaya tesla, buat energi gratis tapi .alah didepak dari perusahaan

    BalasHapus
  17. kenapa nikola tesla di kira ilmuan gila padahal nikola tesla lebih jenius dari thomas alpa edison dan google itu yang gila dassar anjing bangsat

    BalasHapus
  18. Jangan berdebat dengan orang awam dengan awam. Berdebat dengan penguasa politik besar dunia. Itu lebih berarti..

    BalasHapus
  19. Jangan berdebat dengan orang awam dengan awam. Berdebat dengan penguasa politik besar dunia. Itu lebih berarti..

    BalasHapus
  20. Tulisannya tidak berimbang, disini TA edison diposisikan sebagai orang yang harus disalahkan, dan sumbernya yang tidak jelas

    BalasHapus
    Balasan
    1. lihat judulnya terlihat jelas berbicara ttg apa. sumber tertera dengan jelas. be a smart person

      Hapus

“Hello friend, jika artikel di atas menarik menurut kamu, jangan lupa berikan sepatah dua patah kata komentarnya ya.”