Pages

Subscribe:

Selasa, 11 September 2012

Penyebab Wanita Tidak Berkumis Dan Berjenggot




Pasti pernah terpikir, kenapa pria memiliki kumis dan jenggot, sementara wanita tidak? Namun, jika dipikir-pikir lagi, apa jadinya jika para wanita memiliki kumis dan jenggot seperti pria? Tentunya akan menjadi rancu untuk membedakan antara pria dan wanita jika hal itu terjadi.

Rasa penasaran akan muncul, kenapa pria berkumis dan berjenggot dan terkadang bisa tumbuh dengan sangat lebatnya, sementara wanita tidak. Kalau pun ada wanita yang berkumis atau berjenggot, itu akan sangat tipis sekali.

Seorang wanita bernama Vivian Wheeler, memiliki jenggot terpanjang sedunia menurut Guinness Book of Records, dengan panjang 11 inchi atau 27,94 cm. Namun demikian, jumlah wanita berkumis dan berjenggot bisa dibilang jumlahnya 1000 berbanding satu atau bahkan 10 ribu, 100 ribu atau lebih, baru ketemu satu orang. Sangat-sangat jarang sekali.




Vivian Wheeler


Pertanyaannya kembali lagi, kenapa pria bisa berkumis dan berjenggot, sementara wanita tidak? Penjelasannya begini menurut penelitian, sejak dalam masa kandungan, seorang janin sudah ditumbuhi rambut dan bulu-bulu halus, baik itu laki-laki maupun perempuan.

Namun, begitu bayi lahir, maka lama-kelamaan bulu-bulu halus yang sudah melekat, akhirnya berganti menjadi rambut-rambut yang sangat tipis. Dan puncaknya, ketika memasuki masa pubertas, antara usia 12-17 tahun, maka pertumbuhan rambut antara laki-laki dan perempuan sudah mulai berbeda. Apalagi semakin dewasa, maka pertumbuhan rambut atau bulu-bulu pun semakin berbeda.

Kenapa demikian? Dalam buku “Aku Ingin Tahu, Mengapa?” dijelaskan, bahwa perkembangan tumbuhnya rambut atau bulu itu disebabkan oleh pertumbuhan kelenjar seks, baik pada pria maupun wanita.





Pada pria, hormon yang berlebihan ini akan menyebabkan tumbuhnya rambut di dagu (jenggot), atas bibir (kumis), dan di badan. Sementara, pada rambut di kepala yang menjadi sumber tumbuhnya rambut, akan mengalami penurunan. Ia beralih ke dagu (jenggot), atas bibir (kumis), dan dada.

Sebaliknya, pada wanita, kelenjar seksnya tetap sama tinggi. Hanya saja, arahnya yang berbeda. Pada wanita, pertumbuhan akan semakin maksimal pada bagian kepala, sedangkan pertumbuhan minimal ada di bagian tubuhnya, terutama dagu. Sebab, berbagai kelenjar dan hormon yang ada di dalam tubuh wanita memang berfungsi untuk mencegah pertumbuhan bulu tersebut. Maka karena itulah, atas bibir dan dagu perempuan tidak ditumbuhi bulu (kumis dan jenggot).

(",)v Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

“Hello friend, jika artikel di atas menarik menurut kamu, jangan lupa berikan sepatah dua patah kata komentarnya ya.”