Pages

Subscribe:

Senin, 13 September 2010

Final Fantasy VII : Advent Children



Sutradara : Tetsuya Nomura, Takeshi Nozue

Produser : Yoshinori Kitase, Shinji Hashimoto
Produksi : Square Enix, Sony Picture
Tahun : 2005

Final Fantasy VII : Advent Children (ファイナルファンタジーVII アドベントチルドレン, Fainaru Fantajī Sebun Adobento Chirudoren) adalah sebuah film animasi komputer 3D yang di adaptasi dari game PlayStation yang sangat sukses, Final Fantasy VII. Film dengan anggaran sebesar US$ 100 juta dan berdurasi 101 menit ini, bersetting setelah 2 tahun kejadian pada game Final Fantasy VII.

Dalam dunia pasca-bencana masa pemulihan, petualangan tokoh protagonis utama Cloud Strife untuk mengungkap penyebab dari wabah misterius bernama Geostigma yang menyebar ke seluruh planet Gaia.

Menerima penghargaan Honorary Maria Award pada Festival Internacional de Cinema de Cataluña tanggal 15 Oktober 2005, dan telah diberikan rating PG-13 di Amerika Serikat oleh Motion Picture Association of America untuk "adegan aksi fiksi ilmiah dengan unsur kekerasan", walaupun film ini tidak pernah ditayangkan di bioskop Amerika (berbeda dengan film CGI Final Fantasy: The Spirits Within yang tampil di bioskop).


Sinopsis

http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:N3nRBat1fewx5M:http://blogpst2.no.sapo.pt/final_fantasy_vii_advent_children-lg.gif&t=1

Dua tahun setelah kejadian di game Final Fantasy VII, pemulihan atas kerusakan pada planet Gaia, akibat Meteor yang hampir menghancurkan sang planet pun mulai diupayakan. Penduduk Midgar yang berhasil bertahan hidup, mendirikan sebuah kota baru di bagian luar kota Midgar, bernama Edge.

Namun, munculnya sebuah penyakit yang disebut Geostigma (星痕症侯群, Seikon Shōkōgun, Sindrom Luka Planet), membuat penghuni planet Gaia menderita, akibat penyebarannya yang sangat cepat, terutama anak-anak yang paling rentan terhadap penyakit berbahaya tersebut.

Setelah pertempurannya dengan Sephiroth, Cloud Strife mendirikan usaha ekspedisi, bernama "Jasa Pengiriman Strife" (Strife Delivery Service), di bantu oleh Tifa Lockhart. Marlene Wallace (anak adopsinya Barret Wallace), dititip ke Cloud dan Tifa, dan ikut pula anak yatim piatu yang bernama "Denzel" bersama mereka.

Mereka semua tinggal di Edge, di sebuah bar yang baru didirikan oleh Barret, Cloud, dan Tifa (mereka sepakat menamainya Seventh Heaven, seperti nama bar milik Tifa yang telah hancur sebelumnya). Sayangnya, Cloud dan Denzel termasuk dari sekian banyak penderita Geostigma.

Karena hal tersebut, dia merasa tidak sanggup melindungi orang-orang yang dia sayangi, lalu Cloud mengasingkan diri. Dia ingin melarikan diri dari rasa bersalahnya.

Sekelompok Turks yang sedang mencari "kepala Jenova" di Northern Crater diserang oleh musuh misterius. Yang berhasil lolos dari penyerangan itu hanya Reno seorang, dia berhasil menemukan "kepala Jenova" yang mereka cari, sekaligus membawanya pergi ke tempat Rufus Shinra. Sedangkan dua orang sisanya, yaitu Tseng dan Elena, tertangkap oleh kawanan misterius.

Cloud diserang oleh tiga orang misterius berambut perak yang ingin mencari tahu keberadaan "Ibu" mereka. Di saat Cloud mulai terdesak akibat penyakit Geostigma-nya kambuh, ia hampir saja menemui ajal ketika diserang oleh Shadow Creeper. Sang pemimpin penyerang itu memberi tanda untuk menghentikan penyerangan tersebut, lalu pergi begitu saja karena masih punya tugas lain.

http://ui15.gamespot.com/1998/finalfantasyviiadventchildren20060417041927820_2.jpghttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhifQYj5VN4a_d1IDM2fStbJNYZH4JM-lpChYlXVhD39EXlOF9Y46Ad-djxoHfzBCcOqdOhlZW8Lg1QMpZn2qSFq_b6WLBJXzD7IzxFHnG5En11pAlY78CRqTnhJPOc4kO7tqJ8YBmkCBQD/s1600/v4.jpg

Cloud memenuhi panggilan dari Rufus, pimpinan dari Shin-Ra Company, dengan harapan mendapatkan informasi mengenai penyerangnya. Dalam pertemuan itu, Rufus mengakui, bahwa dia yang bertanggung jawab atas kerusakan di dunia, dan meminta Cloud untuk menjadi bodyguard untuk melindunginya dari tiga pemuda berambut perak yang dipimpin oleh Kadaj.

Cloud menolak, lalu pergi. Kadaj pun datang menerobos masuk ke tempat rehabilitasi milik Rufus, dan langsung melumpuhkan kedua bodyguard Rufus dengan mudah. Kadaj ingin bertanya kepada Rufus di mana sebenarnya Ibunya berada. "Ibu" yang dimaksud itu adalah sisa-sisa Jenova, yang berhubungan dengan penyebaran wabah Geostigma.

Dia juga memberitahu, bahwa dia dan juga kedua saudaranya, Yazoo dan Loz — yang kesemuanya merupakan "bagian" dari jiwa dan kehendak Sephiroth — sedang merencanakan Reunion yang akan mendatangkan bencana pada Planet Gaia.

Yazoo dan saudara-saudaranya mulai mengumpulkan anak-anak yang terinfeksi oleh Geostigma, sekaligus mencari tahu keberadaan Ibu mereka. Loz yang kebetulan datang ke gereja milik Aerith Gainsborough bertarung dengan Tifa, yang sedang bersama Marlene menunggu Cloud datang kesitu. Tifa kalah oleh tehnik Limit Break milik Loz.

Kemudian Loz membawa Materia milik Cloud dan Marlene ke Forgotten City milik para Ancients, tempat di mana Kadaj dan saudara-saudaranya mengumpulkan anak-anak yang terinfeksi Geostigma (termasuk Denzel, dan Marlene yang tidak terinfeksi). Cloud berusaha menolong anak-anak itu, tetapi gagal, dia diselamatkan oleh Vincent Valentine.

Vincent memberitahu Cloud apa yang para misterius itu cari dan hal itu bisa mengakibatkan kembalinya Sephiroth. Dia juga menerangkan, bahwa Geostigma disebabkan pengaruh kekebalan tubuh seseorang yang bekerja untuk melawan pengaruh sel Jenova. Vincent juga telah menyelamatkan Tseng dan Elena yang ditangkap gerombolan Kadaj di Northern Crater.

Setelah cukup lama berpikir dan diberi pengertian oleh Marlene (dia berhasil melarikan diri dari kelompok Kadaj). Cloud yang telah sadar dari kekeliruannya selama ini, setuju untuk kembali ke Edge dan dengan kepercayaan dirinya bertekad menghadapi Kadaj dalam pertarungan.

http://ps3media.ign.com/ps3/image/article/787/787948/final-fantasy-vii-advent-children-complete-20070512014744510.jpg

Keesokan harinya, di kota Edge, ketiga penjahat berambut perak itu mulai mengacaukan kota. Yazoo memanggil "Shadow Creeper", sementara Kadaj memanggil "Bahamut SIN/SHIN". Dengan bantuan anggota Final Fantasy VII lainnya (Tifa, Barret, Red XIII, Cait Sith, Yuffie Kisaragi, Cid Highwind, dan Vincent).

Reno dan Rude berusaha meredakan situasi, sampai akhirnya Cloud datang, dan secara bersamaan menghadapi Yazoo, Loz, dan makhluk-makhluk yang muncul dalam pertarungan. Melalui kerjasama timnya, Cloud berhasil mengalahkan semua monster.

Saat Kadaj sedang melihat pertarungan itu di bangunan yang letaknya tidak jauh dari area pertempuran, Rufus menunjukkan pada Kadaj, bahwa selama ini Rufuslah yang membawa sisa-sisa Jenova dalam sebuah kotak. Kemudian Rufus melempar kotak itu begitu saja dari pinggiran bangunan lantai atas tempat mereka berada.

Kadaj langsung melompat untuk meraih kotak itu, walaupun ia berhasil meraihnya, peluru yang ditembakkan Rufus berkali-kali, akhirnya mengenai kotak itu, sehingga merusak isinya. Sebelum Kadaj sempat melihat isi kotak tersebut, dia melihat Cloud dikejauhan, sedang mengejarnya dengan motor Fenrir-nya.

Kadaj beserta kedua saudaranya segera menaiki motor milik mereka dan kejar-mengejar pun terjadi di jalan raya bertingkat yang sedang direnovasi. Dalam pengejaran ini, Yazoo dan Loz berhasil dikalahkan Cloud, mereka tetap bersikeras mengejar walaupun senjata mereka telah dihancurkan, ini mengakibatkan mereka terkena ledakan bom yang dipasang oleh Reno dan Rude.

Pengejaran antara Cloud dan Kadaj berlanjut sampai membawa mereka ke reruntuhan Midgar, melalui gereja tua milik Aerith, di sana Kadaj sempat melihat isi kotak itu. Dia menangis dan menjerit saat melihat isi kotak yang berisi sisa-sisa Jenova itu telah rusak, akibat tembakan Rufus.

Lalu karena serangan Materia-nya Kadaj mengenai lantai gereja, munculah air yang mengalir deras, yang merupakan perwujudan Lifestream yang menyembuhkan Cloud dari penyakit Geostigma yang bersarang di lengan kirinya. Karena, air ini berfungsi untuk melenyapkan sel Jenova dan segala macam unsur-unsur jahat. Kadaj yang terkena percikan air ini segera lari menjauh menuju pusat kota Midgar.

http://pspmedia.ign.com/psp/image/article/572/572231/final-fantasy-vii-advent-children-20041209065802588_640w.jpg

Dengan sembuhnya Cloud dari Geostigma, dia sanggup menandingi Kadaj dalam pertarungan satu lawan satu, dan berhasil mengalahkan Kadaj dengan salah satu tehnik Limit Break miliknya, Finishing Touch.

Saat pertarungan hampir berakhir, Kadaj membuat Cloud memotong kotak yang berisi sisa Jenova, yang kemudian sisa-sisa Jenova itu diserap oleh tubuh Kadaj. Sebelum Cloud sempat mencegahnya, Kadaj telah berubah menjadi musuh bebuyutannya, Sephiroth.


Setelah melalui pertarungan yang sangat sengit, Cloud kalah, dan Sephiroth menanyakan apa yang paling berharga bagi dirinya, agar dia mendapat kesenangan dengan melenyapkannya dari dunia ini. Kata-kata itu membuat Cloud marah dan mengatakan, bahwa semua yang ada di dunia ini berharga baginya.

Cloud memisahkan pedang kombinasi miliknya, First Tsurugi (First Sword) menjadi enam pedang terpisah, dengan keenam pedang itu, Cloud melancarkan Limit Break baru, yang dinamai Choukyuu Bushin Hakazan Version 5 (untuk versi Inggrisnya bisa disebut Omnislash Version Five), variasi dari Limit Break terkuat Cloud di game Final Fantasy VII, dan langsung mengalahkan Sephiroth.

Sephiroth menghilang, meninggalkan Kadaj yang tubuhnya melemah. Saat itu roh Aerith mulai menyebarkan hujan penyembuh (Great Gospel), yang menyembuhkan seluruh penderita Geostigma, termasuk Rufus. Kemudian Aerith meminta Kadaj untuk beristirahat, dan karena percaya, bahwa suara Aerith yang didengarnya merupakan suara "Ibu"nya, dia merelakan dirinya terbawa oleh Lifestream.

Sebelum mereka bisa merayakan kemenangan ini, Cloud tertembak dari belakang oleh Yazoo yang sedang bersama Loz, yang tengah terkikis oleh hujan penyembuh itu. Yazoo dan Loz mempersiapkan satu tembakan energi Materia terakhir untuk Cloud, mengakibatkan ledakan besar yang melenyapkan tubuh mereka sekaligus melukai Cloud.

Cloud terbangun di gereja tua milik Aerith, dikelilingi oleh teman-temannya beserta penduduk Edge. Semuanya bersuka cita atas kemenangan ini. Cloud lalu melihat Aerith sedang berbicara dengan anak-anak kecil.

Kemudian Aerith berjalan menuju pintu keluar, membalikkan badan dan mengatakan, bahwa Cloud baik-baik saja, kemudian dia dan kekasihnya, Zack, melangkah menuju sinar putih terang. Cloud tersenyum, sembari mengatakan, dia sudah tidak sendirian lagi.

http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ICqmwe_YBN1s7M:http://i660.photobucket.com/albums/uu330/Emz_17_1991/final-fantasy-vii-cast.jpg&t=1http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:b7w0iKF-Jj7ddM:http://www.mrbrownee70.com/images/w2bujr.jpg&t=1


Film Final Fantasy VII : Advent Children ini, tentu menjadi obat penawar rasa rindu bagi para penggemar dan pecinta game FF VII di seluruh dunia, dan merupakan tontonan wajib. Namun sayangnya, tidak demikian bagi yang belum pernah memainkan game FF VII. Karena film ini bercerita tentang kelanjutan dari game tersebut. (",)v




Sumber : Wikipedia©, berbagai sumber lainnya
Editor : AdeL`FarouK Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

“Hello friend, jika artikel di atas menarik menurut kamu, jangan lupa berikan sepatah dua patah kata komentarnya ya.”

Lazada Indonesia