Pages

Subscribe:

Rabu, 08 September 2010

Collective Soul



Collective Soul adalah kelompok musik rock alternative asal Georgia, Amerika Serikat, yang mewarisi kelompok-kelompok musik rock klasik pada 1960-an dan 1980-an, dan mereka sangat mengidolakan band legendaris asal Inggris, The Beatles, sebagai influence musiknya.



Sejarah Singkat

Kemunculan mereka berawal di tahun 1993 sebagai band recording. Terpengaruh oleh musisi Elton John, tapi musik mereka kadang bisa semantap musik heavy-metal papan atas ala Led Zeppelin. Mereka sudah menikmati masa-masa tenar di zaman keemasan rock alternative sejak 1994.

Dialah Ed Roland, jebolan Berklee College of Music di Boston ini, awalnya bekerja di “Reel 2 Reel Studio” pada rentang waktu tahun 80-an, hingga awal 90-an. Studio tersebut milik orangtua Will Turpin (Will akhirnya menjadi pemain bass Collective Soul), dan Ed pun merekam beberapa demo yang dimilikinya.

Kemudian Ed membentuk band yang bernama “Marching Two Step”, yang merupakan pra-Collective Soul, dimana dalam hal ini Shane Evans juga turut serta. Ed kemudian menjadi lebih fokus pada hak penulisan dan publikasi akan lagu-lagunya. Ia mencoba menawarkan kepada pihak-pihak label rekaman, namun selalu berujung pada penolakan.

Akhirnya semua berubah ketika sekitar tahun 1993, lagu “Shine” menjadi hits di stasiun radio kampus, Orlando. Maka terbentuklah Collective Soul yang terdiri dari Ed Roland (vocals, guitar, keyboards), saudaranya Dean Roland (rhythm guitar), Ross Childress (lead rhythm guitar), Will Turpin (bass, percussion, backing vocals), Shane Evans (drums, percussion).

Nama Collective Soul diambil Ed Roland setelah membaca buku karya Ayn Rand yang berjudul "The Fountainhead" yang terdapat ungkapan kata “Collective Soul”, yang digambarkan oleh Ayn Rand sebagai ancaman/lawan dari tokoh utama bukunya. Namun, Ed tidak mempermasalahkan makna yang dimaksud oleh sang pengarang buku tersebut.

Ia menganggap, bahwa kata Collective Soul tersebut selalu terngiang-ngiang di dalam pikirannya dan jadilah Collective Soul sebagai nama kebesaran. Lalu Atlantic Records tidak mau berpikir panjang, dan langsung mengambil kesempatan dari kepopuleran "Shine" dan mengontrak Collective Soul sebagai salah satu band labelnya.

Lewat debut album pertama mereka Hints, Allegations, and Things Left Unsaid (1994) dan album kedua Collective Soul (1995), tujuh single mereka pun mampu menembus posisi nomor satu di Billboard Mainstream Rock Trackschart.

Pada album pertama mereka Hints, Allegations, and Things Left Unsaid (1994), terdapat single-single yang cukup populer, diantaranya : Shine, Wasting time, dan terdapat satu lagu instrumental orchestra yang berjudul Pretty Donna yang berdurasi tidak lebih 2 menit, menunjukkan sisi feminim mereka.

Di album kedua Collective Soul (1995), single-single yang dasyat pada album self title ini, yaitu : Gel, The World I Know, December, yang menunjukkan, bahwa mereka memang pantas untuk dijadikan band papan atas saat itu dan disejajarkan dengan band-band yang sudah populer saat itu, seperti : Nirvana, Pearl Jam, Stone Temple Pilots, Soundgarden, dll.


Era 2000

Dan saat ini merupakan babak ketiga dalam drama rekaman mereka, setelah tergabung dalam Atlanta Records dari 1993 – 2004, being independent El Music Group di tahun 2004 – 2009, dan sekarang episode baru bersama Roadrunner Records yang menghasilkan ‘Rabbit’ pada 25 Agustus 2009.

Pada album Afterword (2007), formasi terbaru menyisakan Ed, Dean, dan Will sebagai anggota Collective Soul yang masih bertahan. Posisi Ross Childress digantikan oleh Joel Kosche (lead guitar), dan tugas Shane Evans diteruskan oleh Ryan Hoyle (drums, percussion)

Di album-albumnya, mereka menjaga ciri khas berupa riff-riff gitar dengan rasa lebih energik. Jalinan riff gitar, irama saksofon, dan keyboard menyatu membuat lagu ini terasa bersemangat.

Collective Soul banyak menggabungkan suara alat musik, seperti biola, trompet, keyboard, dan lain-lain. Cara ini telah mereka aplikasikan pada album-album terdahulu, misalnya pada Disciplined Breakdown yang menyisipkan unsur brass section pada salah satu lagunya (Full Circle), dan album Blender dengan loop dan sample turntable-nya.

Suara gitar Collective Soul lebih kaya dan beragam seiring dengan masuknya Joel Kosche (gitar), yang menggantikan Ross Childress. Joel Kosche adalah seorang teknisi gitar yang banyak membantu pembuatan album musisi atau grup band terkenal, seperti dalam album grup Matchbox Twenty.

Collective Soul dapat menjadi penawar kerinduan bagi para pencinta musik alternative dan post grunge kala itu. Dan mereka tetap menjadi legenda di zamannya hingga detik ini.


Profile

Personil

Ed Roland (vocals, guitar, keyboards)
Dean Roland (rhythm guitar)
Joel Kosche (lead rhythm guitar)
Will Turpin (bass, percussion, backing vocals)
Ryan Hoyle (drums, percussion)

Mantan Personil

Ross Childress (lead rhythm guitar)
Shane Evans (drums, percussion)

Discography

Hints, Allegations, and Things Left Unsaid (1994)

Medium_collective_soul_-_hints__allegations__and_things_left_unsaid


Collective Soul (1995)

Medium_collective_soul_self-titled


Disciplined Breakdown (1997)

Medium_disciplined_breakdown


Dosage (1999)

Medium_172569_1_f


Blender (2000)

Medium_collectivesoulblender


7even Year Itch: Greatest Hits 1994-2001 (2001)

Medium_collectivesoul7evenyearitch


Youth (2004)

Medium_collectivesoulyouth


From the Ground Up (2005)

Medium_fromthegroundupcollectivesoul


Home: A Live Concert Recording With The Atlanta Symphony Youth Orchestra (2005)

Medium_collective_soul_home


Afterwords (2007)

Medium_collective_soul_afterwords


Collective Soul (2009)

Medium_cs_cvr_lr_rabbit_ff

(",)v




Sumber : Wikipedia©, collectivesoul.com, matabumi.com, creativedisc.com, uyung30.wordpress.com, berbagai sumber lainnya
Editor : AdeL`FarouK Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

“Hello friend, jika artikel di atas menarik menurut kamu, jangan lupa berikan sepatah dua patah kata komentarnya ya.”