Pages

Subscribe:

Jumat, 21 Juni 2013

Lamanya Waktu Ideal Ketika Memanaskan Mesin Kendaraan


Ritual yang wajib dilakukan oleh para pemilik kendaraan sebelum kendaraannya dijalankan, yaitu memanaskan mesinnya terlebih dahulu. Namun, terkadang para pemilik kendaraan tetap mengacu pada kebiasaan lama para orang tua jaman dulu, yaitu dengan melakukan pemanasan mesin hingga lamanya kelewatan.

Pada jaman orang tua dulu, mesin-mesin kendaraan umumnya terbuat dari besi, sehingga proses pemanasannya membutuhkan waktu yang cukup lama. Namun, hal itu jelas akan menjadi pemborosan bahan bakar, jika kita melakukan hal yang sama.

Pasalnya, mesin-mesin kendaraan generasi baru sekarang umumnya menggunakan logam-logam campuran yang lebih cepat dalam mengalirkan kalor, sehingga tidak lagi dibutuhkan waktu pemanasan mesin yang terlalu lama.

Dalam hitungan waktu satu menit saja sebenarnya sudah cukup untuk memberikan kesempatan pada mesin modern yang ada saat ini dalam mencapai suhu kerjanya yang ideal.

Mamanaskan mesin di pagi hari, bukan saja untuk memberikan kesempatan mesin dalam mencapai suhu ideal, akan tetapi juga untuk memberikan kesempatan agar cairan pelumas menyebar secara efektif kepada bagian komponen-komponen bergerak yang membutuhkan pelumasan.

Oleh karenanya, jika kendaraan didiamkan dalam waktu yang cukup lama beberapa jam seperti saat di pagi hari, sebaiknya tidak memainkan putaran mesin untuk mempercepat pemanasan, karena ketika itu cairan pelumas belum sepenuhnya beredar ke seluruh pelosok mesin.

Setelah dihidupkan, biarkan mesin berputar dalam kondisi stasioner. Untuk menunggu pelumas bersirkulasi, Anda bisa memanfaatkan waktu yang terbuang dengan memeriksa kondisi kendaraan. Misalnya, memeriksa air radiator, air aki, minyak rem, oli power steering, tekanan angin ban, memeriksa lampu, dan komponen penting lainnya.

(",)v




Sumber : automotivedunia.blogspot.com Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

“Hello friend, jika artikel di atas menarik menurut kamu, jangan lupa berikan sepatah dua patah kata komentarnya ya.”