Pages

Subscribe:

Jumat, 08 Oktober 2010

Monumen Raksasa Sepeda “Nabi Adam”


http://slametriyadi.com/wp-content/uploads/2008/03/sepeda-adam-blog.jpg

Ukuran sepeda ini, tidak seperti ukuran sepeda pada umumnya. Dan sudah pasti, tidak ada satu pun manusia yang akan sanggup untuk mengendarai sepeda berbody raksasa ini. Karena sepeda ini memang bukan untuk dikendarai, melainkan dipajang sebagai monumen.

Di kota Jeddah, sebuah sepeda tua berukuran besar terpajang. Sepeda itu disebut orang dengan sepeda “Nabi Adam”. Terletak di kawasan Al Mawadi kota Jeddah, ukurannya memang sangat besar, kira-kira tingginya lebih dari lima meter. Tidak jelas siapa pembuatnya, tapi melihat bentuknya, sepeda tersebut tampak khas buatan Indonesia.

http://i28.tinypic.com/2qixnva.jpg

Kenapa sampai disebut sebagai sepeda Nabi Adam? Memang orang Indonesia yang mempopulerkannya. Konon, menurut cerita Abu Bakar Husen, seorang mukmimin di Arab Saudi, sepeda tersebut sekitar duapuluh tahun lampau di datangkan dari Jakarta, bersamaan dengan ribuan sepeda lainnya.

Sepeda itu pemberian Gubernur DKI Jakarta kala itu, Ali Sadikin. Sebagai kenangan dan penghargaan, maka sepeda raksasa itu dipajang sebagai monument di tengah kota. Entah siapa yang pertama kali memberinya nama seperti itu, tapi pasti karena melihat besarnya lalu disebutlah dengan sepeda Nabi Adam.

http://www.pasarkreasi.com/dirmember/00001/lenidisini/content/content-2438-20090507-6-32-75/large/sepeda-nabi-adam_2438_l.jpg

Hingga sekarang, nama tersebut popular di kalangan jamaah Indonesia. Bayangkan, sepedanya saja tingginya sekitar lima meter, maka rasanya sulit diterima oleh akal bagaimana pula besarnya sosok Nabi Adam. Yang jelas, tinggi Nabi Adam lebih besar dari tinggi sepeda itu, diperkirakan hampir mencapai 30 meter. (",)v




Sumber : jelajahunik.blogspot.com, berbagai sumber lainnya
Editor : AdeL`FarouK
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

“Hello friend, jika artikel di atas menarik menurut kamu, jangan lupa berikan sepatah dua patah kata komentarnya ya.”