Pages

Subscribe:

Kamis, 28 Januari 2016

Kikir Dikecam Oleh Allah SWT (Renungan)


Sayap-Sayap Kehidupan

Ketika menjadi khalifah, Sayidina Abu Bakar Siddiq pernah memerangi orang-orang yang menolak untuk melaksanakan kewajiban membayar zakat. Bagi Sang khalifah, apabila penolakan itu dibiarkan, maka ketaatan umat Islam terhadap ajaran Rasulullah SAW dan Allah SWT akan semakin menipis. Penolakan itu juga yang menunjukkan, bahwa mereka masih menyimpan salah satu sifat yang tercela, yakni kikir.

Kikir jelas merupakan sifat yang nyata-nyata dikecam oleh Allah SWT. Firman-Nya, ''Ingatlah, kalian adalah orang-orang yang diminta untuk menafkahkan sebagian harta kalian di jalan Allah, namun di antara kalian terdapat orang-orang yang bakhil. Siapa pun yang bersikap bakhil (kikir), maka sesungguhnya ia bakhil (kikir) terhadap dirinya sendiri, sebab Allah Mahakaya dan kalian adalah orang-orang miskin.'' (QS. Muhammad : 38)

Dari ayat di atas jelaslah bahwa orang-orang kikir adalah mereka yang mempunyai harta, namun ketika diminta untuk menafkahkan sebagiannya di jalan Allah, mereka menolak. Menafkahkan harta di jalan Allah itu macam-macam, antara lain, zakat, infak, sedekah, dan memberi makan anak yatim-piatu. Padahal, Allah SWT telah menjamin bahwa segala sesuatu yang diinfakkan dalam kerangka fi sabilillahtidak akan menjadi perbuatan yang sia-sia. ''Apa pun yang kalian infakkan, maka Dia (Allah) akan menggantikannya. Dialah sebaik-baik pemberi rezeki." (QS. Saba : 39)

Ada beberapa penyebab tertentu dari kekikiran. Di antaranya adalah takut miskin.

Mengenai hal ini, Khalifah Ali bin Abi Thalib pernah menyatakan, ''Aku heran dengan orang yang kikir karena ia hanya mempercepat laju kemiskinannya, padahal ia berusaha lari dari kemiskinan. Ia kehilangan kesenangan hidup yang ia dambakan (karena tidak menikmati hartanya akibat kebakhilannya). Ia hidup seperti orang yang miskin, namun ia harus mempertanggungjawabkan hartanya pada hari kiamat seperti orang kaya.''

Motif lain dari kekikiran adalah sikap berlebihan atau kekhawatiran berlebihan terhadap masa depan keluarga. Orang yang demikian lebih suka menabung seluruh uangnya untuk masa depan anak-anak/keluarga daripada menginfakkan sebagian daripadanya di jalan Allah. Mereka berkeyakinan, harta akan dapat melindungi masa depan anak-anaknya. Padahal, Al Qur'an telah memberi petunjuk bahwa kekayaan dan anak-anak hanyalah cobaan/fitnah. (QS. Al-Anfal : 28)

Motif berikutnya dari kekikiran adalah cinta harta secara berlebihan tanpa menganggapnya sebagai sarana ibadah. Mereka ini mengira bahwa zakat, infak, dan sedekah akan mengurangi hartanya. Padahal, Allah lah penetap segala rezeki.

Sebagai individu yang hidup di tengah masyarakat, sifat kikir pasti mempunyai konsekuensi yang bisa merugikan diri sendiri. Minimal ada dua kerugian bagi orang yang kikir.

Pertama, kerugian ketika di dunia, yaitu menimbulkan rasa permusuhan dan kebencian di antara orang-orang dekat dan warga sekitar di mana ia tinggal. Paling tidak kikir telah menimbulkan rasa tidak senang pada orang lain. Selain itu, orang yang kikir adalah orang yang letih. Ia mengerahkan seluruh kemampuannya untuk menimbun kekayaan, namun ia tidak menikmati hartanya. Karena, ahli warisnyalah yang akan menikmatinya.

Kedua, kerugian yang diterima pada hari pembalasan nanti bagi orang kikir yakni, orang yang kikir akan mempertanggungjawabkan harta kekayaannya pada hari akhir nanti layaknya orang kaya. Padahal, seperti yang telah disebutkan bahwa ia hidup di dunia ini layaknya orang miskin yang terus-menerus mengejar harta, namun ia tidak menikmatinya.

(",)v




Sumber : republika.co.id
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

1 komentar:

  1. Perkenalkan nama saya zull fikar. Dan saya ingin mengucapkan banyak terimah kasih kepada MBAH JONOSEUH atas bantuannya selama ini dan saya tidak menyanka kalau saya sudah bisa sukses dan ini semua berkat bantuan MBAH JONOSEUH,selama ini, saya yang dulunya bukan siapa-siapa bahkan saya juga selalu dihina orang2 dan alhamdulillah kini sekaran saya sudah punya usaha Restoran sendiri,itu semua atas bantuan beliau.Saya sangat berterimakasih banyak kepada MBAH JONOSEUH atas bantuan nomor togel dan dana ghaibnya, dan saya yang dulunya pakum karna masalah faktor ekonomi dan kini kami sekeluarga sudah sangat serba berkecukupan dan tidak pernah lagi hutang sana sini,,bagi anda yang punya masalah keuangan jadi jangan ragu-ragu untuk menghubungi MBAH JONOSEUH karna beliau akan membantu semua masalah anda dan baru kali ini juga saya mendaptkan para normal yang sangat hebat dan benar-benar terbukti nyata,ini bukan hanya sekedar cerita atau rekayasa tapi inilah kisah nyata yang benar-benar nyata dari saya dan bagi anda yg ingin seperti saya silahkan hubungi MBAH JONOSEUH di 0823 4444 5588 dan ingat kesempatan tidak akan datang untuk yang ke 2 kalinya terimah kasih..

    BalasHapus

“Hello friend, jika artikel di atas menarik menurut kamu, jangan lupa berikan sepatah dua patah kata komentarnya ya.”