Pages

Subscribe:

Senin, 15 September 2014

Menegakkan Keadilan (Renungan)


Sayap-Sayap Kehidupan siradel.blogspot.com

Adalah seorang perempuan dari Bani Makhzum meminjam suatu barang dari orang lain, tapi kemudian mengingkarinya. Diakuinya barang itu sebagai miliknya.

Ketika Rasulullah SAW mendengar berita ini langsung memerintahkan agar dipotong tangannya. Dia dianggap telah mencuri barang orang lain dengan sengaja.

Kejadian ini memusingkan bangsa Quraisy, karena pelakunya adalah wanita turunan suku yang terhormat dan putusan hukumannya adalah potong tangan. Dan hal ini dianggap sebagai kehinaan bagi suku Quresy.

Oleh sebab itu mereka mengutus Usamah ra (seorang sahabat yang dianggap dekat dengan Rasulullah SAW) untuk meminta keringanan, agar dibatalkan hukum potong tangan tersebut.

Setelah mendengarkan permohonan Usamah, Rasulullah SAW menjawab dengan tegas: “Apakah kamu meminta pertolongan (keringanan) dalam masalah hudud (ketetapan hukum  Allah)?”

Kemudian Rasulullah SAW berkhutbah: “Sesungguhnya umat sebelum kamu sekalian dihancurkan karena ketidakadilan, bila orang elit mencuri dibiarkan dan bila orang lemah mencuri ditegakkan hukum had. Demi Allah, seandainya Fatimah anak Muhammad mencuri akan aku potong tangannya”.

Lalu Rasulullah SAW memerintahkan agar wanita Makhzumiyyah tersebut dipotong tangannya. (HR. Al Bukhari dan Muslim).

Hukum potong tangan dalam Islam tidaklah sembarangan diterapkan, akan tetapi harus memenuhi syarat-sayarat yang telah disepakati para ulama fiqh, seperti :  dilakukan dengan sengaja, pencurinya berakal bukan orang gila, tidak ada syubhat, diterapkan oleh penguasa dan sebagainya.

Dalam hadits di atas,  Rasulullah menegaskan dengan kata-kata: “Seandainya Fatimah anak Muhammad mencuri pasti akan aku potong tangannya”. Ini menunjukkan urgensinya penegakan hukum untuk kalangan elit. 

Fatimah yang  berasal dari suku yang terhormat dan masih turunan Rasulullah SAW, bahkan dia adalah ratu bagi semua wanita muslimah di syurga. 

Hukum itu akan ditegakkan bila dia mencuri, apalagi wanita Makhzumiyah  yang martabatnya berada di bawah Siti Fatimah baik suku atau nasabnya.

Hadits di atas sering digunakan sebagai dalil untuk membuktikan keadilan Islam dalam menegakkan hukum dan sikap Islam yang anti rasdiskriminasi, kastaisme dan fanatisme kelompok.

Rasulullah menegaskan hukum harus ditegakkan secara adil kepada siapapun tanpa pandang bulu atau tebang pilih. Bila tidak ditegakkan, maka akan mengakibatkan kehancuran suatu bangsa.

Mengapa demikian? Keadilan adalah sendi utama masyarakat, sedangkan kedzaliman adalah penyebab musnahnya umat-umat terdahulu dan juga umat yang akan datang.

Bila sendi masyarakat sudah tumbang, maka musnahlah masyarakat tersebut. Allah mewajibkan kita untuk menegakkan keadilan. Allah berfirman : “Dan tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca itu”. (QS. Ar Rahman 9). 

Kalau seorang pejabat elit melakukan tindak pidana korupsi, dan tidak segera diadili, namun kalau orang alit segera diadili. Maka inilah pertanda buruk bagi bangsa ini yang sedang menuju ke arah kehancuran.  Na’udzubillah.

(",)v




Sumber : republika.co.id
Oleh : Achmad Satori Ismail
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

“Hello friend, jika artikel di atas menarik menurut kamu, jangan lupa berikan sepatah dua patah kata komentarnya ya.”