Pages

Subscribe:

Minggu, 23 Juni 2013

Kebaikan Hati Dan Balas Budi (Renungan)




Banyak kisah menarik di dalam hidup ini yang bisa kita ambil sebagai sebuah pelajaran. Seperti kisah menarik kali ini tentang kebaikan hati seseorang, yang pada akhirnya di balas dengan kebaikan tulus.

Pada sebuah senja, dua puluh tahun yang lalu, seorang pemuda yang kelihatannya seperti seorang mahasiswa, berjalan mondar-mandir di depan sebuah rumah makan cepat saji di sebuah kota metropolitan. Menunggu sampai tamu di restoran sudah agak sepi, dengan segan dan malu-malu dia akhirnya memutuskan untuk masuk kedalam restoran tersebut.

"Tolong, sajikan saya semangkuk nasi putih." Dengan kepala menunduk, pemuda ini berkata kepada pemilik rumah makan.

Sepasang suami istri muda pemilik rumah makan, memperhatikan pemuda ini hanya meminta semangkuk nasi putih dan tidak memesan lauk apapun, lalu menghidangkan semangkuk penuh nasi putih untuknya.

Ketika pemuda ini menerima nasi putih dan sedang membayar berkata dengan pelan :

"Dapatkah menyiram sedikit kuah sayur di atas nasi saya ini?"

Istri pemilik rumah berkata sambil tersenyum :

"Ambil saja apa yang engkau suka, tidak perlu bayar."

Sebelum habis makan, pemuda ini berpikir : "kuah sayur gratis."

Lalu ia pun memesan semangkuk lagi nasi putih.

"Semangkuk tidak cukup anak muda, kali ini saya akan berikan lebih banyak lagi nasinya." Dengan tersenyum ramah, pemilik rumah makan berkata kepada pemuda ini.

"Bukan, saya akan membawa pulang, besok akan membawa ke sekolah sebagai makan siang saya."

Mendengar perkataan pemuda ini, pemilik rumah makan berpikir, pemuda ini tentu dari keluarga miskin di luar kota, demi menuntut ilmu datang ke kota, mencari uang sendiri untuk sekolah, kesulitan dalam keuangan itu sudah pasti.

Berpikir sampai disitu, pemilik rumah makan lalu menaruh sepotong daging dan sebutir telur yang disembunyikannya dibawah nasi, kemudian membungkus nasi tersebut. Sepintas terlihat hanya sebungkus nasi putih saja dan memberikan kepada pemuda ini.

Melihat perbuatannya itu, istrinya mengetahui suaminya sedang membantu pemuda ini, hanya dia tidak mengerti, kenapa daging dan telur itu harus disembunyikan dibawah nasi?

Suaminya kemudian membisik kepadanya :

"Istriku, jika pemuda ini melihat kita menaruh lauk di nasinya, dia tentu akan merasa, bahwa kita bersedekah kepadanya, harga dirinya pasti akan tersinggung lain kali, dan dia tidak akan datang lagi, jika dia ke tempat lain hanya membeli semangkuk nasi putih, mana ada gizi baginya untuk bersekolah."

"Engkau sungguh baik hati suamiku, sudah menolong orang, tapi masih menjaga harga dirinya."

"Jika aku tidak baik, apakah engkau akan menjadi istriku?"

Sepasang suami istri muda ini merasa gembira dapat membantu orang lain.

"Terima kasih, saya sudah selesai makan." Pemuda ini pamit kepada mereka.

Ketika dia mengambil bungkusan nasinya, dia membalikkan badan melihat dengan pandangan mata berterima kasih kepada mereka.

"Besok singgah lagi, engkau harus tetap bersemangat!" katanya sambil melambaikan tangan, dalam perkataannya ia bermaksud mengundang pemuda ini besok agar jangan segan-segan untuk datang kembali.

Sepasang mata pemuda ini berkaca-kaca terharu. Mulai saat itu, setiap sore pemuda ini singgah ke rumah makan mereka, sama seperti biasa, setiap hari hanya memakan semangkuk nasi putih dan membawa pulang sebungkus untuk bekal keesokan hari.

Sudah pasti nasi yang dibawa pulang setiap hari terdapat lauk berbeda yang tersembunyi setiap hari, sampai pemuda ini tamat. Selama 20 tahun, pemuda ini tidak pernah muncul lagi.

Pada suatu hari, ketika suami ini sudah berumur 50 tahun lebih, pemerintah melayangkan sebuah surat, bahwa rumah makan mereka harus digusur. Tiba-tiba saja hal ini membuat kehilangan mata pencaharian mereka. Anak dan suami istri ini saling berpelukan menangis dengan panik akan nasib yang sedang mereka alami.

Pada saat itu pula, masuklah seorang pemuda yang memakai pakaian bermerek, kelihatannya seperti direktur dari sebuah kantor yang bonafid.

"Apa kabar?, saya adalah wakil direktur dari sebuah perusahaan, saya diperintah oleh direktur untuk mengundang kalian membuka kantin di perusahaan kami, perusahaan kami telah menyediakan semuanya, dan kalian hanya perlu membawa koki serta keahlian kalian kesana, keuntungannya nanti akan dibagi 2 dengan perusahaan."

"Siapakah direktur diperusahaan Anda? Mengapa dia begitu baik terhadap kami? Saya tidak mengenal seorang yang begitu mulia sepertinya." sepasang suami istri ini berkata dengan terheran.

"Kalian adalah penolong dan kawan baik direktur kami, direktur kami paling suka makan telur dan dendeng buatan kalian, hanya itu yang saya tahu, yang lain setelah kalian bertemu dengannya dapat bertanya langsung kepadanya."

Akhirnya, pemuda yang hanya memakan semangkuk nasi putih ini muncul, setelah bersusah payah selama 20 tahun, akhirnya pemuda ini dapat membangun kerajaaan bisnisnya dan sekarang menjadi seorang direktur yang sukses untuk kerajaan bisnisnya.

Dia merasa kesuksesan pada saat ini adalah berkat bantuan sepasang suami istri ini, jika mereka tidak membantunya, maka dia tidak mungkin akan dapat menyelesaikan kuliahnya dan menjadi sukses sekarang seperti saat ini.

Setelah berbincang-bincang, suami istri ini akhirnya pamit dan hendak meninggalkan kantornya.

Pemuda ini berdiri dari kursi direkturnya dan dengan membungkuk dalam-dalam lalu berkata kepada mereka : "Bersemangat, ya ! Di kemudian hari perusahaan tergantung kepada kalian, sampai bertemu besok !" ujarnya sambil tersenyum kepada mereka.

Kebaikan hati dan balas budi selamanya dalam kehidupan manusia ialah suatu perbuatan indah dan paling mengharukan. Maka, mulailah dari sekarang, jangan pernah sungkan dan merasa pamrih untuk berbuat baik hari ini dan hari-hari selanjutnya, karena apa yang akan terjadi pada hari esok, kita tidak akan pernah tahu.

(",)v
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

“Hello friend, jika artikel di atas menarik menurut kamu, jangan lupa berikan sepatah dua patah kata komentarnya ya.”