Pages

Subscribe:

Kamis, 30 Mei 2013

Spesies Dinosaurus "Pachycephalosaurus" Tertua Di Dunia Ditemukan




Spesies baru dinosaurus dengan kepala bertulang tebal ditemukan para ilmuwan. Diperkirakan spesies ini merupakan yang tertua di Amerika Utara dan kemungkinan besar di dunia.

Binatang pemakan tumbuhan ini memiliki tengkorak berbentuk seperti kubah di kepala yang di duga berfungsi untuk menyeruduk dinosaurus lain ketika berkelahi. Dinosaurus jenis ini, atau semacam kadal berkepala tebal, secara ilmiah disebut pachycephalosaurus.

Mereka adalah sekelompok aneh dinosaurus herbivora yang memiliki kubah tebal yang dibentuk dari tulang padat dengan tebal lebih dari 10 cm di bagian atas tengkorak. Temuan baru ini diperkirakan berasal dari masa 85 juta tahun yang lalu.

Uniknya, dinosaurus jenis ini hanya seukuran anjing besar dengan berat 40 kilogram, berjalan dengan dua kaki. Para ilmuwan yakin, ada banyak dinosaurus kecil lain yang mirip dengan "Acrotholus Audeti" ini yang belum ditemukan.

"Kita bisa memprediksi, bahwa banyak spesies dinosaurus baru yang kecil seperti Acrotholus sedang menunggu untuk ditemukan oleh para peneliti yang bersedia untuk memilah-milah banyak tulang kecil yang mereka ambil di lapangan," kata Dr. Michael Ryan, kurator paleontologi vertebrata di Cleveland Museum of Natural History.

Dr. David Evans dari Royal Ontario Museum dan Universitas Toronto mengatakan, temuan ini memberikan banyak informasi baru mengenai proses evolusi dinosaurus kepala tebal ini.

"Hal yang sangat menarik tentang Acrotholus adalah bahwa ini pachycephalosaurus paling tua dari wilayah Amerika Utara, dan ini bisa jadi adalah yang tertua di dunia yang telah ditemukan dari jenis ini. Jadi, Acrotholus menambah pengetahuan kita tentang susunan anatomi grup ini pada masa-masa awal evolusi mereka. Hal ini sangat penting untuk mengerti proses evolusi pachycephalosaurus secara umum," kata Evans kepada BBC.

Relatif sedikit sekali yang diketahui tentang keberagaman jenis dinosaurus kecil dengan berat kurang dari 100 kilogram, karena selama ini mereka tercatat sebagai fosil.

Para peneliti dari Universitas Toronto mengatakan, bahwa temuan spesies baru ini, yang dipublikasikan di jurnal Nature Communications, mengisi kekosongan dalam bagan pohon keluarga dinosaurus.

(",)v




Sumber : metrotvnews.com
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

“Hello friend, jika artikel di atas menarik menurut kamu, jangan lupa berikan sepatah dua patah kata komentarnya ya.”