Pages

Subscribe:

Sabtu, 30 Maret 2013

Segumpal Darah (Renungan)




Telah tercatat dalam sejarah Islam, bahwa surat yang turun pertama kali ialah surat Al Alaq 1-5. Surat ini sering kali kita dengar dan mungkin kita baca di dalam shalat-shalat fardhu maupun sunnah, dan bahkan banyak yang hafal dengan surat ini.

Sebagaimana turunnya surat ini di gua hira kepada Rasulullah Muhammad SAW, mengapa surat ini lantas membicarakan soal penciptaan manusia? Seakan-akan penciptaan manusia memiliki arti yang sangat penting dalam dakwah Rasulullah Muhammad SAW pertama kali kepada masyarakat jahiliyah yang ada pada zaman itu. Lantas, apa yang dapat kita petik sebagai pelajaran dari surat Al Alaq yang menggambarkan penciptaan manusia, yaitu dari Segumpal Darah?

Pada zaman modern ini, semakin berkembangnya ilmu pengetahuan manusia, terutama di bidang ilmu kedokteran. Di dalam ilmu kedokteran sendiri memang membenarkan apa yang dikatakan Al Qur'an, bahwa proses paling awal pembentukan manusia ialah segumpal darah. Kemudian segumpal darah itulah yang kelak menjadi janin dan menempel pada rahim sang ibu. Jika ia terlepas dari dinding rahim, maka akan terjadilah yang disebut dengan Keguguran.

Pada zaman jahiliyah, manusia dan seperti kaum nabi-nabi sebelumnya telah berlepas diri dari Sang "Rahim". Bukan lagi Allah SWT yang dijadikan tempat untuk pertolongan dan bukan Allah SWT lagi sebagai tempat bergantung bagi manusia, akan tetapi telah digantikan oleh berhala-berhala yang berupa patung dan berhala yang berupa sitstem.

Maka dari itulah, masyarakat yang telah berlepas diri dari fitrahnya yang bergantung pada Sang "Rahim", maka akan terjadilah kehancuran sebagaimana janin yang gugur di perut ibunya. Dan itulah tugas setiap nabi yang diutus Allah SWT, yaitu untuk menggantungkan setiap manusia kepada fitrahnya yang bergantung kepada Tuhan-nya atau sang "Rahim".

(",)v




Sumber : leviyamani.blogspot.com
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

“Hello friend, jika artikel di atas menarik menurut kamu, jangan lupa berikan sepatah dua patah kata komentarnya ya.”