Pages

Subscribe:

Rabu, 14 November 2012

70 Persen Hutan Konservasi Di Bengkulu Rusak




Kawasan hutan konservasi di Provinsi Bengkulu yang luasnya sekitar 45.000 hektare, 70 persen saat ini kondisinya rusak akibat perambahan.

"Kerusakan kawasan hutan konservasi itu dilihat oleh Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Bengkulu Junaidi Hamsyah melalui udara," kata Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu Anggoro Dwi Sujiarto, Senin (12/11).

Ia mengatakan, dirinya bersama Plt Gubernur Bengkulu, Junaidi Hamsyah, dan dari beberapa instansi terkait melihat kerusakan kawasan hutan itu melalui udara selama dua jam penerbangan pada Minggu (11/11).

Selama ini, berdasarkan laporan di lapangan, kerusakan hutan itu berkisar 40-60 persen, namun setelah dilihat lebih tinggi, yaitu sekitar 70 persen.

Ia menjelaskan, kawasan hutan konservasi yang ditinjau itu ada sembilan titik dan tujuh kawasan antara lain utan buru Bukit Kabu, TWA Bukit Kaba, hutan konservasi di Lebong, hutan Pusat Latihan Gajah (PLG) Seblat, dan TWAantai panjang Kota Bengkulu.

Dari jumlah itu, rusak paling tinggi terjadi di kawasan hutan buru Bukir Kabu di Kabupaten Seluma, dari luas 9.036 ha rusak, 75 persen antara lain oleh perambah.




Selain itu, hutan Taman wisata Alam (TWA) Bukit Kaba di kabupaten Rejang Lebong dan Kepahiang dari 13.000 ha sudah rusak 45-60 persen.

Kawasan hutan paling rusak terjadi di wilayah Kabupaten Kepahiang, yaitu dijadikan perambah menjadi kebun kopi dan sayuran, karena ketinggiannya di atas 1.200 meter dari permukaan laut.

Demikian juga TWA pantai panjang selain di gusur untuk jalan wisata, juga dijadikan kawasan perumahan dan lapangan golf, ujarnya.

Junaidi Hamsyah mengatakan, untuk menekan kerusakan kawasan hutan di Bengkulu termasuk hutan konservasi, antara lain memantafkan rencana tata ruang dan rencana wilayah (RTRW).

Para bupati di himbau untuk memperdakan RTRW secara baku, sehingga jelas batas kawasan hutan lindung dan hutan masyarakat.

"Selain itu para perambah di himbau agar meninggalkan lokasi, sebelum tim terpadu turun ke lapangan, karena apabila tim sudah turun, maka akan dilakukan proses hukum," katanya.

(",)v




Sumber : metrotvnews.com
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

“Hello friend, jika artikel di atas menarik menurut kamu, jangan lupa berikan sepatah dua patah kata komentarnya ya.”