Pages

Subscribe:

Jumat, 29 April 2011

"Martin Cooper" Sang Penemu Handphone


http://twittuit.files.wordpress.com/2011/01/martincooper1.jpg

Handphone
atau ponsel telah menjadi kebutuhan di zaman sekarang. Dengan kecanggihannya, orang tidak perlu lagi menggunakan telephone kabel di rumah, wartel, atau telephone umum. Dengan bentuknya yang mungil, komunikasi dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja.


Seorang general manager yang bekerja pada divisi Sistem Komunikasi di perusahaan Motorola di Amerika Serikat, ternyata adalah penemu handphone pertama di dunia. Dia bernama "Martin Cooper", dengan dibantu oleh beberapa orang anggota timnya, dia menciptakan alat canggih tersebut.




Panggilan pertama yang dilakukan oleh Martin Cooper setelah berhasil menemukan handphone tersebut, bukan ditujukan kepada istrinya, keluarganya, atau tetangganya. Namun, ditujukan kepada saingannya yang bernama Joel Engel, yang merupakan Kepala Riset Bell Labs. Panggilan tersebut dilakukan dari jalan raya di Kota New York pada tanggal 3 April 1973.

Meskipun Bell Labs yang pertama kali memiliki konsep tentang sistem selluler, dan juga sudah menerapkan konsep tersebut melalui teknologi telepon wireless pada mobil polisi, namun ternyata Motorola-lah yang berhasil mewujudkannya ke dalam bentuk handphone yang bisa dibawa-bawa seperti saat ini 26 tahun kemudian.




Handphone pertama di dunia tersebut, tidak berbentuk seperti handphone saat ini yang stylish, trendy, keren, dan mungil, namun hanya berbentuk seperti batu bata dengan berat sekitar 850 gram.

Secara komersial, handphone pertama yang diproduksi oleh Motorola dinamakan “DynaTAC” dengan berat sekitar 454 gram pada 10 tahun kemudian di 1983 dengan harga $3,500. Bisa dibayangin dengan kurs dolar sekarang Rp9000,- harganya adalah Rp31.500.000,- saja.
(",)v




Sumber : go-killz.blogspot.com, berbagai sumber lainnya Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

“Hello friend, jika artikel di atas menarik menurut kamu, jangan lupa berikan sepatah dua patah kata komentarnya ya.”