Pages

Subscribe:

Kamis, 19 Juli 2012

Misteri Danau Purba Yang Pernah Ada Di Candi Borobudur



Candi Borobudur merupakan fenomena sejarah yang mendunia. Hingga kini, dua gelar telah melekat pada candi yang megah dan indah ini, yaitu sebagai Warisan Dunia UNESCO dan Guinness World Records sebagai situs arkeologi candi Budha terbesar yang ada di dunia.

Terlepas dari kemegahan dan keindahan Borobudur, lengkap dengan kisah-kisah yang ada pada relief-reliefnya tentang agama Budha, misteri-misteri pun masih sangat kental disandang oleh candi ini.

Pada tahun 1814, atas jasa Gubernur Jenderal Britania Raya, Thomas Stamford Rafffles, candi yang selama berabad-abad terkubur di bawah gundukan tanah ini, menjadi serupa bukit penuh semak belukar dan ditumbuhi pohon, mulai jadi perhatian pemerintah kolonial. Raffles jualah yang pertama kali menuliskan nama "Borobudur" di dalam bukunya yang terkenal "History of Java". Dan tak jelas pula asal mula nama itu darimana.

Borobudur yang misterius itu, diakui oleh Direktur Utama Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur Prambanan Ratu Boko (Persero), Purnomo Siswoprasetjo. Salah satunya, bagaimana cara Borobudur itu dibangun. Dari mana asal batu-batu besar material candi dan teknologi apa yang digunakan untuk mengangkat dan menyusunnya dengan presisi dan desain arsitektur yang mengagumkan.





"Apakah batu itu berasal dari Gunung Merapi, terus bagaimana membawanya dari Merapi menuju lokasi candi masih misteri," kata Purnomo, Kamis, 5 Juli 2012.

Tak hanya asal batu, dimana tempat pembuat Borobudur mengukir dan memahat batu juga masih belum diketahui. Para arkeolog masih mencari dimana bengkel para seniman itu berada.

"Mengukir dan memahat batu sedemikian besar ukurannya dan jumlahnya yang banyak, belum diketahui di mana tempatnya," terang dia.

Letak Borobudur yang tak biasa, berada di atas bukit, dikelilingi dua pasang gunung kembar, Sindoro - Sumbing dan Merbabu - Merapi, sementara candi lain yang dibangun di tanah datar, juga masih menjadi teka-teki yang belum terjawab.

Pada tahun 1931, seniman dan pakar arsitektur Hindu Buddha, W.O.J. Nieuwenkamp, mengajukan teori, bahwa Daratan Kedu, lokasi Borobudur menurut legenda Jawa, dulunya adalah sebuah danau purba.





Borobudur dalam hal ini dibangun dengan melambangkan bunga teratai yang mengapung di atas permukaan danau. Hal ini menjadi sebuah hipotesa yang memicu perdebatan hangat di kalangan para ilmuwan saat itu.

Van Bemmelen dalam bukunya "The Geology of Indonesia" menyebutkan, bahwa piroklastika Merapi pada letusan besar tahun 1006 telah menutupi danau Borobudur menjadi kering serta sekaligus menutupi candi ini hingga lenyap dari sejarah.

Fakta geologi juga memberi dukungan pada pendapat itu. "Di sekitar candi terdapat sumur yang airnya asin. Tapi yang sumurnya asin itu tidak terdapat di semua daerah, melainkan hanya di titik tertentu saja," tutur Purnomo soal dugaan Borobudur dibangun di tengah danau purba.

Dia menambahkan, pertanyaan itu juga yang menarik banyak ilmuwan asing berdatangan, untuk melakukan penelitian. "Banyak para ahli dari luar negeri seperti dari Jepang yang datang ke Candi Borobudur khusus untuk meneliti danau purba itu. Mereka biasa tinggal selama satu minggu hingga dua minggu," kata dia.

Salah satu cara untuk mengungkap misteri danau purba itu, ialah dengan meneliti sungai-sungai yang berada di sekitar Borobudur, termasuk Sungai Progo dan Elo. Juga pada masyarakat yang tinggal di sekitar candi.

"Semua pertanyaan-pertanyaan itu masih tersimpan semua. Kita menunggu kajian lebih lanjut dari para arkeolog untuk mengungkap misteri itu," ucap dia lagi.

(",)v




Sumber : terselubung.blogspot.com
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

“Hello friend, jika artikel di atas menarik menurut kamu, jangan lupa berikan sepatah dua patah kata komentarnya ya.”

Lazada Indonesia