Pages

Subscribe:

Senin, 10 Januari 2011

"Gurkha" Suku Di Nepal Yang Terlahir Untuk Berperang



Meski bukanlah Special Force yang ada pada umumnya, namun "Gurkha" dikenal dengan reputasinya yang menakutkan. Mereka tercatat sebagai pasukan perang yang gagah berani dan tampil perkasa di segala medan pertempuran.


Terdapat 2 suku di Nepal yang dikenal oleh masyarakat luas, yaitu : suku Sherpa, yang dikenal sebagai suku pendaki / pemandu di gunung Himalaya, dan yang satu lagi ialah suku Gurkha, yang sangat menggemari perang.

Pada masa zaman kolonial saat terjadi Perang di Nepal, Inggris begitu terkesan atas kegigihan dari pasukan Gurkha, kemudian merekrut mereka bekerja untuk East India Company di India dan British Army.

Brigade of Gurkha dalam pelatihan


Gurkha terkenal dengan kemampuan berperangnya yang alamiah, agresif di medan pertempuran, tidak takut mati, loyalitas yang tinggi, tahan dalam berbagai medan, fisik yang kuat, dan pekerja keras. Sehingga Gurkha begitu disegani oleh kawan, dan ditakuti oleh lawan.

Semula mereka menjadi tentara bayaran (mercenaries), akhirnya masuk dalam jajaran British Army yang digaji layaknya tentara Inggris sendiri atau legiun asing pada umumnya. Mereka mempunyai unit sendiri dengan nama "Brigade of Gurkha" sebagai salah satu bagian dari jajaran top angkatan bersenjata Inggris.

Dibentuk sejak tahun 1815, Pasukan Gurkha telah terlibat dalam berbagai medan pertempuran bersama Inggris. Ketika berkecamuk PD I, sebanyak 100.000 prajurit Gurkha masuk dalam Brigade of Gurkha.


http://mikeely.files.wordpress.com/2009/04/nepali_gurkhas_afghanistan.jpg

Brigade of Gurkha di Afghanistan


Mereka ikut bertempur di medan perang Perancis, Mesopotamia, Persia, Mesir, Gallipoli, Palestina, dan Salonika. Mereka pun mendapatkan 2 penghargaan bergengsi, yaitu "Victoria Crosses".

Pada PD II, sebanyak 112.000 tentara Gurkha bersama Pasukan aliansi Commonwealth, bahu membahu dalam perang di Suriah, Afrika Utara, Italia, dan Yunani, sampai Malaysia dan Singapura. Dan mereka mendapatkan 10 Victoria Crosses.

Seiring dengan pengalaman tempurnya yang menggunung, Gurkha menjelma menjadi kekuatan yang mengerikan, bahkan melebihi pasukan elit sekalipun.

Mana yang lebih ditakuti?
Tentara Norwegia yang tinggi besar ini atau Gurkha yang kecil imoetz?


Semasa berkecamuk perang Malvinas (Falkland War, 1982), dalam suatu front pertempuran, Inggris mempropagandakan kepada pihak militer Argentina akan menyertakan 1 batalyon Gurkha-nya. Mendengar itu tentara Argentina lari tunggang langgang meninggalkan pos-pos mereka.

Sewaktu PD II di front pertempuran Tunisia (Afrika Utara), pasukan Gurkha sudah kehabisan amunisi, mereka membuang senapan-senapan, berlarian naik ke atas tank-tank Jerman, di tengah-tengah hujan peluru dan menggorok tentara Jerman dengan senjata tradisional mereka, "Khukri".

Khukri adalah sejenis pisau yang berbentuk unik, sedikit melengkung mengarah ke depan. Di disain khusus sedemikian rupa, sehingga dapat menebas leher dengan sekali babatan bersih.

Khukri


Ada sedikit cerita mengenai khukri, sekali khukri dihunus dari sarangnya, pantang tidak meneguk darah. Itulah sebabnya tentara Gurkha ketika sehabis mengasah / membersihkan khukri, selalu mengiris jari tangannya.


http://i.dailymail.co.uk/i/pix/2008/07/02/article-0-0133E293000004B0-43_468x319.jpg


Saat ini bukan hanya Inggris yang merekrut Gurkha dalam jajaran pasukannya, Singapura, India, Malaysia, Brunei, dan Hongkong (sebelum penyerahan ke RRC), tercatat memakai Gurkha dalam kesatuan angkatan bersenjata mereka. Bahkan di Brunei, Gurkha dipakai sebagai Special Force Penjaga Sultan Brunei. (",)v




Sumber : apakabardunia.com, berbagai sumber lainnya Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

2 komentar:

  1. salam sahabat
    wah gurkha suku nepal unuk berperang jadi dominan penduduk bisa perang nich hehehehe

    BalasHapus
  2. @Dhana/戴安娜 sudah identik dengan hal itu kyknya sahabat,, t`ksh bwat kunjungannya ;)

    BalasHapus

“Hello friend, jika artikel di atas menarik menurut kamu, jangan lupa berikan sepatah dua patah kata komentarnya ya.”

Lazada Indonesia