Pages

Subscribe:

Selasa, 28 September 2010

Kemampuan Semut Mencium Kematian


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgBk01DBA_7DOQ4DITC4BW-sFjAraYfLi7VVi6D6fTzyYXiUX9hZTv8AlNPoq9IrQmUrt9C7DVsImOR4lI_snjKNbhyphenhyphenp_YBaPX8e3kE1gGwN_hrw1YD4J9R29eUIgYIaaN84yTOxyzkuixZ/s320/semut.jpg

Pada saat seekor semut mati, maka rekan-rekannya akan segera mengevakuasi dan menyingkirkannya. Sebab, hal itu dapat mengantisipasi infeksi dari wabah penyakit. Namun, bagaimana cara semut-semut yang kecil itu mencium kematian?

Ada teori yang menyebutkan, bahwa ketika semut mati, ia akan melepas zat kimia yang dihasilkan oleh pembusukan, semisal asam lemak. Bau zat kimia itulah yang menjadi pertanda kematian mereka bagi koloni semut yang masih hidup.

Kini ahli serangga yang meneliti semut Argentine, serangga galak yang sangat teritorial, menyodorkan bukti adanya mekanisme lain di balik necrophoresis, pembuangan anggota koloni yang mati.

Semua semut, baik hidup maupun mati, memiliki "zat kimia kematian", namun semut hidup mempunyai zat kimia lain yang diasosiasikan dengan kehidupan, yaitu "zat kimia kehidupan". Ketika seekor semut mati, zat kimia kehidupannya memudar atau terurai, dan hanya zat kimia kematian yang tersisa.

"Itu karena semut mati tidak lagi tercium seperti semut hidup, sehingga langsung diangkut ke kuburan, bukan karena tubuhnya mengeluarkan zat kimia unik baru yang terbentuk setelah dia mati," kata Dong-Hwan Choe, peneliti utama riset di University of California, Riverside, Amerika Serikat.

Temuan Dong-Hwan Choe dipublikasikan dalam jurnal online Proceedings of the National Academy of Sciences. "Memahami mekanisme yang tepat tentang necrophoresis semut dapat membantu para peneliti mengembangkan strategi manajemen hama yang ramah lingkungan, sehingga mencapai hasil maksimal dengan jumlah insektisida lebih sedikit," kata Choe.

Studi terhadap semut Argentine yang dilakukan Choe dan timnya mengindikasikan, bahwa sesama penghuni sarang mendistribusikan insektisida yang bekerja lambat dan non-repellent yang efisien di antara mereka lewat necrophoresis.

"Ketika seekor semut yang terpapar insektisida itu mati di dalam sarang, semut lainnya akan menggotong jasadnya berkeliling, dan insektisida pun dengan mudah tersebar dari mayat semut kepada semut sehat," ujarnya.


Unik benar kemampuan semut-semut ini dalam mencium kematian, karena biar bagaimanapun, bangkai dari makhluk hidup yang sudah mati, lama-kelamaan akan menjadi sumber penyakit bagi kehidupan sekitarnya. (",)v




Sumber : apakabardunia.com, berbagai sumber lainnya
Editor : AdeL`FarouK
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

“Hello friend, jika artikel di atas menarik menurut kamu, jangan lupa berikan sepatah dua patah kata komentarnya ya.”

Lazada Indonesia