Pages

Subscribe:

Senin, 02 Mei 2011

Rasa Benci Berasal Dari Otak, Bukan Hati


http://3.bp.blogspot.com/__lslynOOa8U/TO_FTxpMZ9I/AAAAAAAAADk/wosZa9qudyo/s1600/i-hate-love-you.jpg

"Hatinya dirasuki dengan penuh kebencian," demikian kalimat yang paling sering di dengar, jika ada seseorang penuh dengan rasa benci. Ternyata yang memicu bukan hati, namun rasa benci berasal dari otak.


Peneliti mengungkapkan, bahwa rasa benci berasal dari beberapa daerah otak yang menjadi aktif. Ilmuwan berhasil menemukan dasar-dasar neurologis dari kebencian.

Ahli saraf Semir Zeki dari University College London's Laboratory of Neurobiology, melakukan studi yang melibatkan 17 partisipan orang dewasa dengan menggunakan alat functional magnetic resonance imaging (fMRI).

Dalam studi ini, peserta yang terlibat diperlihatkan gambar-gambar orang yang dibencinya, serta foto orang yang dikenal tapi tidak dibenci. Kemudian peneliti mengidentifikasi daerah di otak yang terkait dengan perasaan benci itu.

Hasil penelitian menemukan, ada 'sirkuit (lingkaran) kebencian' di otak yang melibatkan beberapa daerah di otak menjadi lebih aktif, seperti medial frontal gyrus, putamen kanan, premotor cortex, dan medial insula.


Seperti dikutip dari Scientificamerican, Rabu (23/3/2011), daerah otak ini juga terlibat dalam memulai perilaku agresif, tapi perasaan yang terkait dengan agresif itu sendiri seperti kemarahan, bahaya, dan takut menunjukkan pola yang berbeda.

Jika daerah-daerah di otak ini menjadi aktif, maka akan menimbulkan rasa benci seseorang terhadap sesuatu atau orang lain. Hasil studi ini telah dilaporkan dalam edisi Oktober 2008 PLoSONE.

Salah satu area yang diaktifkan ketika seseorang benci, kemungkinan juga berfungsi saat orang menilai orang lain dan memprediksi perilakunya. Sedangkan untuk perasaan cinta, tampaknya daerah otak ini dinonaktifkan.

Sedangkan area putamen dan insula yang diaktifkan ketika membenci sesuatu, ternyata juga diaktifkan saat terjadinya cinta romantis. Hubungan ini kemungkinan menjelaskan, mengapa cinta dan benci sangat terkait erat satu sama lain dalam hidup.

Hasil studi ini masih menjadi langkah awal, dan diharapkan nantinya akan ada studi lebih lanjut mengenai aspek dan jenis kebencian pada situasi yang berbeda.

Hal ini menjadi penting untuk mengetahui bagian otak mana yang dirugikan akibat adanya kecenderungan emosional yang berubah. (",)v




Sumber : beye-beyeblog.blogspot.com Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

“Hello friend, jika artikel di atas menarik menurut kamu, jangan lupa berikan sepatah dua patah kata komentarnya ya.”